Wednesday, December 25, 2013

setahun yang kau siakan

hai masa lalu... kita bertemu lagi dengan tanggal 26 Desember. ingatkah kamu akan arti tanggal ini bagi kita?
tidak?
baiklah...
tak akan ku permasalahkan. aku tau, kau memang bukan seorang pengingat yang baik, apalagi jika itu tentang kita.

masihkah kau ingin menebaknya? atau langsung saja ku sebutkan makna tanggal ini bagi kita? aahh.. mungkin tidak bagi kita, tapi lebih tepat jika dikatakan bagiku. ya, bagiku.


tak perlu memperpanjang waktu saja lah, aku lelah akan kamu yang terus saja hadir dalam setiap bayang langkahku. kau yang entah bagaimana bisa menganggap semua ini masih menjadi sebuah hal biasa yang tak terlalu bermakna untuk mu. dan aku? masih saja menerima semua sikapmu itu dengan senyum. bahkan rindu.
aahh... persetan!

tanggal ini, setahun yang lalu, dengan begitu mudahnya kau memilih untuk mengakhiri kisah kita.
ingat?
dengan begitu mudahnya!!!

meski itu bukan pertama kalinya kisah kita berakhir, tapi kekalutan yang mendera ku saat itu membuat ku menerima begitu saja semua yang terjadi. tanpa ada sakit, apalagi tangis pilu.

masih dengan senyum bahagia, aku menjalani hari-hari sesudahnya. tanpa kamu.

dan ternyata, kamu justru memanfaatkan sikap ku itu. tanpa ada sedikitpun perasaan bersalah, kau telah menggantikan sosok ku dengan dia yang entah sejak kapan terjadinya. namun yang aku tahu, itu tak berselang berapa lama sejak tanggal ini.

dan saat itulah, aku mulai meratap.
bukan meratapi kepergianmu, tapi meratapi kebodohanku sendiri yang kembali mengharapkanmu yang tak lagi mengharapkanku.
masih terus saja berulang, tawa dalam tangis. atau justru, tangis dalam tawa.
dan itu akan kamu.

pernah suatu ketika, saat aku mulai terbiasa oleh sepi yang menyergap, kau datang dengan sejuta pesona. hadirkan kembali memori lalu, hingga hidupkan kembali segala angan tentang kita yang telah berusaha ku kubur. aku terlena, terbuai, dan kembali jatuh pada pelukanmu. tapi disaat itu pula sebuah kenyataan kembali menamparku tanpa belas kasihan.

aku tak ingin menjadi wanita hina yang dibutakan rasa. aku mundur. tapi apa yang aku dapat? justru kamu yang semakin menggilaiku. hingga saat ini.

aku gila!
gila akan sikapmu yang membuatku terlihat seperti hina.

aku lelah!
aku menyerah!

dan disaat yang sama aku berpikir, kenapa sikapmu sekarang ini begitu berbeda dengan setahun yang lalu? lantas, apa arti setahun ini untuk mu?

mungkinkah, selang waktu ini adalah setahun yang kau siakan?
setahun yang membuatmu tersadar bahwa memang hanya aku lah yang terbaik untuk mu?
atau justru,......
aahh.. entahlah...

tapi yang pasti, ini adalah SETAHUN YANG MEMBUATKU BELAJAR BANYAK HAL

No comments:

Post a Comment