malam semakin larut saat angat tentang mu mulai menggangu alam sadar ku. haruskah ku tepiskan semua ini? atau justru ku nikmati segala rindu dan resah yang kini mulai menyergap? entah... aku tak makin tak mengerti akan hasrat hati yang semakin tak pasti.
bila aku boleh memilih, aku ingin kembali ke masa itu. masa dimana hanya ada kamu dan aku.
ya, cuma kamu.
kamu yang selalu ada dalam setiap waktu yang ku jalani.
kamu yang tak rela jika sedetik waktumu berlalu tanpa kabar dariku.
kamu yang selalu setia menemani malamku hingga penat menyapaku.
aku merindukanmu.
salahkah?
tapi kenapa resah ini selalu beriring dengan rindu yang ku sisihkan untukmu?
haruskan resah ini selalu ada?
kemanakah harus ku buang resah ini?
resah yang entah kapan datangnya, begitu tiba-tiba. tanpa ada sapa atau tutur kata pembuka.
resah yang selalu membuatku kelu bila harus memintamu.
resah yang tak ku mengerti kenapa aku merasakannya.
aku hanya makhluk perasa yang tak bisa mengendalikan rasanya, mudah terbuai akan segala angan dan harap yang terucap olehmu. mungkin memang kamulah yang telah memiliki segala rasa yang kini ku miliki, tapi haruskah aku juga memiliki resah ini?
lepaskanlah... lekaskanlah... lelapkanlah...
dibagian mana lagi aku harus berbagi dengan hal yang tak pernah ku mengerti sebelumnya?
No comments:
Post a Comment