Sunday, October 13, 2013

jika ada percakapan diantara aku dan kamu

hai kekasih mantanku, sudahkah engkau terlelap dan merajut mimpi indahmu bersamanya? semoga segala keindahan yang menjadi temanmu menghabiskan malam ini.

maafkan aku jika kembali hadir dalam hidupmu. bukan karena apa-apa, terlebih karena dia. sungguh! aku hanya ingin bercerita kepadamu tentang hal yang benar-benar perlu kau ketahui. bolehkah?

terimakasih jika kau memberikan kesempatan itu.

Yang pertama dan yang paling utama yang harus kau ketahui adalah tentang perasaan ku pada mantan ku, atau yang lebih tepat jika kini ia ku sebut sebagai kekasihmu. saat ini, aku sudah tidak memiliki perasaan apa-apa lagi padanya. sungguh! tak ada sedikitpun. ku harap kau percaya padaku tentang ini. karena dengan itu, kau tak perlu lagi menganggap ku sebagai orang ketiga diantara kalian.

bukan hal yang menyenangkan dianggap seperti itu, apalagi kita belum pernah saling mengenal sebelumnya.

jika boleh jujur, aku ingin bercerita tentang kisah ku bersamanya. dulu. saat kita belum berpisah. apakah kau tau bahwa kau juga pernah menjadi orang ketiga diantara kami? jika tau, kenapa kau masih melanjutkannya? apa kau tau bagaimana perasaan ku saat itu? tapi ya sudahlah... tetapi jika memang kau tidak tahu, sebaiknya kau tetap tidak tahu. karena ini bukan kesalahanmu, tapi kesalahannya yang membawa mu masuk dalam dunia kami dulu.
dan itulah yang terjadi pada ku saat ini. dia lah yang selalu membawa ku masuk dalam dunia kalian.
jujur, aku sangat tidak menginginkannya. tapi aku tak tega jika ia telah merengek, dan disitulah letak kelemahanku hingga dengan mudahnya aku luluh.

mohon kau mengerti.

sebisa mungkin aku selalu menghindarinya, baik secara langsung maupun tidak. tapi tetap saja sulit. hampir setiap waktu dalam setiap hariku, dia selalu mengirimkan pesan singkat melalui jejaring sosial handphone kecuali saat ia sedang berada disisimu seperti beberapa waktu yang lalu. dan saat ia tak lagi bersama mu, aksinya kembali terlaksana tanpa interupsi meski kau telah menghapus nomor ku dari kontak handphonenya. sekedar info, percuma kau lakukan itu. dia telah hapal nomer ku diluar kepala. jadi ya...
tapi tenang saja,  hampir tidak pernah aku membalasnya, meski hampir tak henti pula pesan itu masuk.
apa aku harus mem-block nomernya dari kontak handphone ku?
baiklah jika memang itu jalan terbaik.
tapi jika kau memintaku untuk ganti nomer, maaf saja, aku tak bisa.

sebelumnya aku minta maaf, beberapa waktu yang lalu aku baru bertemu dengannya. bukan apa-apa. aku hanya ingin menyelesaikan semua ini.
berulang kali, aku telah berkata padanya bahwa aku memilih mundur dan membiarkannya bersamamu.
tapi ia justru menolak pengunduran diriku, bahkan berkata bahwa ia memilihku daripada kamu. dan saat ku bertanya apa ia telah mengatakan hal itu pada mu, ia jawab belum. seperti dihantam bola meriam.
apa arti semua ini? mengapa ia membuat rumit semua ini?

apakah kau tau bahwa ia lebih memilih ku daripada kamu?
sungguh. aku tak berdusta.
dia mengatakan itu sendiri saat kami bertemu beberapa waktu yang lalu.

tapi sayang, aku sama sekali tak tertarik dengan tawarannya. aku tetap memilih mundur.
kamu yang lebih berhak atas dirinya. bukan aku.
aku tahu, dia lebih bahagia bersamamu. dan aku juga ikut bahagia atas kisah kalian.

oh iya, aku ingin memberi tahu sesuatu pada mu. semoga dengan ini, kecurigaan dan kekhawatiranmu mulai menyusut bahkan menghilang.
aku kini telah terpaut dengan hati yang lain. dia begitu manis, dalam ucapan dan tindakan. tidak seperti kekasihmu. maaf bukan menghina atau bagaimana, tapi memang begitu adanya. aku lebh dahulu mengenal dia daripada kamu, jadi wajar saja bila aku tahu bagaimana sikap dan kelakuannya. tapi semoga saja dia telah berubah setelah bersamamu. karena hal itu sangat tidak baik untuk kehidupannya kelak. apalagi tentang kuliah dan orangtuanya.
tahukah kau tentang kedua hal itu secara mendetail? semoga saja,
dan aku berharap, kau tak lelah untuk mengingatkan ia akan dua hal itu. dia selalu butuh semangat dan dorongan serta pengingat darimu akan hal yang menurutmu baik untuknya.

kisah ku dengan pria itu memang belum lama, tapi aku sudah berkomitmen padanya. asal kamu tau, aku bukan wanita yang mudah mengingkari janji. seperti janji ku padamu.
doakan juga aku bisa langgeng bersamanya, seperti doaku padamu untuk kalian.


No comments:

Post a Comment