Monday, September 9, 2013

selamat jalan

memulai kisah pagi ini atas nama kamu. setelah ku rasa cukup segala sakit yang ku rasa atas kamu, kini aku memilih untuk mengakhiri segalanya. tak akan ada lagi kisah kita dalam kehidupan ku. biarlah semua yang telah kita lalui hanya menjadi sebuah kenangan indah untuk kita kenang sendiri. atau jika kau mau membaginya kepada yang lain, aku tak keberatan.

ingin ku mengerti arti sesal yang kini ku rasa atas segala sikap dan tindakanmu selama ini, tapi hati ini tak kunjung bersahabat. semakin sesak dada ini jika namamu selalu ku lafalkan. air mata ku pun semakin menderas jika pikir ini selalu terbersit bayang mu.

ikhlas...
jalan terbaik yang seharusnya ku pilih untuk mulai melepaskanmu.

masih dengan linangan air mata yang tak kunjung berhenti, masih ku coba mengerti segala sikap mu, masih dengan keputusan ku, untuk tetap meninggalakanmu. meski kau mengiba untuk tetap berada disisimu, aku masih berusaha untuk menepisnya, melupakan segala ego yang dulu masih ku banggakan.

aku juga manusia berperasaan yang tau bagaimana rasanya menjadi ia yang kini kau duakan atau bahkan kau tiga sampai entah berapa jumlahnya, sakit. perih.
tapi bodohnya kamu yang masih saja membanggakan sikap bodohmu itu.

No comments:

Post a Comment