Wednesday, September 11, 2013

Sapamu adalah semangatku untuk kunjungan pak dosen

aku terkesan akan cara mu mengucapkan itu hingga membuat keyakinan dalam diriku tumbuh begitu saja. rasa canggung yang setia menemaniku sejak pagi menguap entah kemana. panik dan gundah pun menghilang dengan sendirinya tanpa perlu ku usir.
segalanya terlewati dengan mudah. kesan indah pun melekat padanya yang melihat kelihaianku di depan mereka.
aku bangga. beban yang selama ini ku pikul seperti luruh bersama kepergiaanya.

Kira-kira begitulah yang tertulis dalam diaryku siang ini.
mungkin menurut kalian, tulisan ku itu termasuk dalam kategori Lebay tapi memang demikianlah yang ku rasakan.

saat pagi tadi aku bangun kesiangan, rasa panik sudah melandaku terlebih dahulu. ditambah lagi dengan sebuah sms yang datang dari dosen pembimbing lapangan untuk praktik mengajarku yang menyatakan akan berkunjung hari ini. semakin tidak terdefinisi lagi perasaanku pagi tadi.
tanpa pikir panjang, langsung ku kemasi segala macam perlengkapan mengajarku, ku masukan dalam tas semuatnya. si rista pun tak lupa ku panasi sebelum ku ajak mengarungi jalanan padat menuju tempat praktek ku.
perjalanan pagi tadi cukup lancar dan cepat. tepat sepuluh menit sebelum bel pelajaran pertama dimulai, rista telah menempati posisi istimewanya didepan kantor sementara kami.
***
seperti yang sudah ku duga sebelumnya, teman-teman telah bersiap menyambut sang bapak (read : dosen pembimbing sekaligus dosen koordinator). ada yang menyapu, membersihkan meja, menyiapkan tempat yang lebih layak (maklum, biasanya kantor kayak .... hahaha... silahkan tebak sendiri). tapi tunggu, di salah satu sudut aku melihat ada kepanikan pula.
setelah ku letakkan tas di loker, ku hampiri mereka. ternyata teman ku dari prodi seni rupa juga mendapatkan kunjungan hari ini.
"asik-asik ada temen" kataku dalam hati. 
saat kami sibuk  membicarakan persiapan yang harus dilakukan, sani datang menghampiri dengan muka paniknya pula.
"Dosen ku juga mau dateng"
Ternyata tidak hanya aku yang mendapat kunjungan mendadak dari dosen pembimbing. bersama kelima teman yang lain, kami mempersiapkan kedatangan bapak dan ibu dosen dengan seksama.
pertama, bersih-bersih ruangan > udah dikerjain ama temen yang lain.
kedua, pesen minum ke pak pri di dapur > udah nitip sama bu fita.
ketiga, beli jajan > langsung ke pasar sama bu sani.
***
dan hasilnya...
amazing...
cukup menentramkan.

semua dosen yang datang puas dengan apa yang telah kami lakukan.
khusus untuk ku dan yusron (teman satu prodiku), tidak perlu berlama-lama ngobrol untuk sekedar basa-basi dengan sang bapak karena beliau akan segera berpamitan untuk berkunjung ke sekolah yang lain. 
cukup dengan duduk bersama, membuka laptop, akses internet untuk mengisi jadwal kunjungan sang bapak kepada kami, setelah itu langsung kami validasi. done!
urusan selesai.
sebelum berpamitan, bapak berpesan kepada kami untuk baik-baik dengan pak Alik (guru pamong ku) karena kesibukan beliau yang luar biasa jadi akan sangat jarang berkunjung lagi bahkan mungkin tidak akan berkunjung lagi. itulah jawaban beliau saat ku bertanya tentang ujian mengajar nanti. waaahh... luar biasa.
satu hal yang terlupa, beliau juga berpesan kepada kami agar tidak lupa merekam kembali performance kami saat mengajar untuk dijadikan bahan penilaian.

simple.
***
makasih banyak ya ALLAH... telah kau mudahkan jalan ku, dan terimakasih pula telah kau hadirkan ia dalam hari-hari ku.
ia? 
ya... ia lah yang menjadi salah satu penyemangat ku hari ini.
hanya sebuah kalimat yang diucapkannya saat aku menyatakan segala kepanikanku lewat percakapan singkat kami disalahsatu sosial media yang memang selalu menghubungkan kami setiap hari.

"AKU PERCAYA KAMU BISA"

tiba-tiba keyakinan itu datang dengan sendirinya. kemantapan dalam berucap dan menjelaskan didepan kelas saat Pak Alik dan Pak Susilo (Dosen Pembimbing Ku) mengamatiku mengajar dikelas jam ketiga tadi. dan siswa kelas 9-a sungguh luar biasa membantu.

selesai...
namun masih terbersit rasa kagum untuk mu.


No comments:

Post a Comment