bicara tentang perasaan, memang tak ada besaran yang pasti untuk menyatakannya. meski kita telah mencoba menerkanya dengan meminimalkan nilai penyimpangannnya berdasarkan bukti-bukti yang telah kita ketahui, tapi tetap saja abstrak. tak pasti.
begitu pula dengan mu.
bagaimana dengan perasaan mu kini, masih belum bisa ku tebak dengan pasti. nilai ketelitian sempurnya yang biasa ku hasilkan saat melakukan praktikum di laboratorium tak dapat ku raih atas nama perasaanmu. begitu lihai kau menyimpan hingga menyembunyikannya. sama sekali tak ada ekspresi yang mengindikasikan akan sesuatu. semuanya standar dimataku, seperti kamu yang biasa.
Hanya satu hal yang dapat menumbuhkan keyakinanku akan kamu, perhatianmu. hanya perhatianmu. saat ku kira semua itu hanya sebatas formalitas percakapan lewat pesan pribadi, ternyata kau menunjukkan secara langsung pula. membuatku yakin bahwa ada sesuatu dalam dirimu namun belum bisa kau ungkap hingga kini.
sebenarnya aku pun tak mengharapkan kau mengungkapkannya secara langsung, karena aku masih belum tau apa yang harus aku lakukan atas pengungkapanmu itu. cukup "jalani saja", ya... seperti apa yang kamu sampaikan.
dan ternyata semua ini tetap indah bila kita jalani. akankah terus seperti ini? aku harap demikian. karena aku ingin benar-benar melupakannya, menghapus segala rasa sakit yang pernah dia berikan. kembali bangkit menjadi pribadi yang tangguh dan kuat/ dan aku yakin, salah satu kekuatan itu dapat aku peroleh darimu.
biarlah kita tak saling mengungkap apa yang kita rasa, biarlah diam menjadi pengisi kebersamaan kita, tapi yang pasti kita akan tetap bersama. karena menurutku kebersamaan ini jauh lebih indah dari pengungkapan itu.
semoga....
No comments:
Post a Comment