hai masa lalu ku...
apa kabar kau disana? aku harap keadaan mu sekarang jauh lebih baik daripada saat bersama ku dulu. bagaimana kabar perempuan mu sekarang? apakah dia memperlakukan mu sebaik aku memperlakukanmu, pastinya demikian. itu sudah jelas kenapa kau lebih memilihnya dari padaku. ahh... sudahlah...
bagaimana kabar skripsi mu, apa sudah kau selesaikan? sudahkah kau melakukan penelitian? lekas dan bergegaslah... segera kejar gelar sarjana yang seharusnya telah kau dapatkan dari dua tahun yang lalu. pasti ibu mu telah merindukan melihat mu menggunakan toga. karena hanya kaulah satu-satunya yang menjadi sarjana dalam keluargamu.
apa rencana mu setelah lulus nanti? masihkah rencana membuka usaha yang dulu pernah kau ceritakan kepadaku akan tetap kau jalankan? ataukah kau telah memiliki rencana lain?? ahh.. sudahlah.. apa urusanku tetap menanyakan itu padamu, toh itu bukan lagi menjadi masa depan ku (masa depan kita). dan apa pun rencana yang akan kau jalankan, aku hanya turut berdoa semoga kesuksesan selalu menyertaimu.
oh ya, bagaimana dengan kelanjutan hubunganmu dengannya? semoga kau tak lagi merasakan apa yang kau sebut "bosan" dengan nya. kasihan dia. sepertinya dia telah begitu menyayangimu. semoga kau benar-benar memegang hal yang kau sebut dengan "komitmen". jika memang nanti akan ada ikatan suci itu, semoga kalian berkenan untuk mengundangku untuk turut memberikan restu kepada kalian. meski hati ini belum tentu kuat untuk menatap kalian tersenyum dalam pelaminan.
aku masih merindukanmu. begitu merindu. hingga rangkaian kata ini pun tak cukup untuk menuangkan segala perasaan ku ini. apa salah jika aku masih merindu mu?
segala upaya telah ku lakukan untuk menghapus mu dari memori otak ku, namun semuanya masih terasa sia-sia hingga kini. harapan itu telah pupus oleh prasaan ku sendiri. aku sendiri tak mengerti kenapa aku begitu condong padamu. mungkin bintang tahu jawabannya, karena dialah yang menjadi saksi kita.
dan hanya pada bintang lah aku berani mengadu atas segala rasaku ini. dan padanya pula aku menitipkan salam rinduku untuk mu. apakah kau telah mendengarnya dari bintang? ah.. tak mungkin, menatap bintang saja mungkin enggan kau lakukan. tak ada gunanya. benarkan? ya sudahlah... biarkan aku yang menyimpan semua ini.
No comments:
Post a Comment