Friday, December 14, 2012

benci (utopia) - my version


Harus kah aku mencintanya?
Bila hanya berikan duka
Sepertinya aku bahagia
Satu sisi aku menangis

( harukah aku tetap mencintaimu, sementara kau terus memberi luka di hati ini? layak kah itu untuk dipertahankan? Mungkin di depan mu dan di hadapan semua orang, aku terlihat bahagia. Selalu ada senyum yang  tersungging di bibirku. Tapi apakah kau tahu bagaimana isi hati ku yang sebenarnya? Di balik tawa bahagiaku itu, selalu ada tangis yang menyelimuti. Tahukah kau tentang itu? tangis pilu karena luka yang kau beri ! sebisa mungkin tak kan ku perlihatkan itu padamu, dan pada semua orang. Karena aku tak ingin membuat orang lain bersedih atas tingkahku itu.)

Aku pernah sangat berharga
Semua mata memujaku
Sampai kau datang, dalam hidupku
Segalanya berubah
( dulu, aku pernah jadi yang paling istimewa. Menjadi pusat perhatian banyak orang. Selalu di utamakan dalam segala hal. Tapi setelah kau hadir dalam kehidupanku, semuanya musnah begitu saja. Lenyap terbawa angin yang menderu.)

Kau mengambil hatiku
Jadikannya kelabu
Kau menghancurkan semua impian yang tersimpan sejak dulu
Kau racuni cinta ku hingga menjadi benci
Tak lelah aku setia tersiksa sendiri
( kau telah mengambil perhatian ku, hingga hati ini rela ku beri untuk mu sepenuhnya. tapi justru kau hancurkah segala harap ku itu. warna-warni rasa yang pernah ku damba, hanya kau beri kelabu sebagai penggantinya. Cinta tulus yang ku beri hanya untuk mu, terkontaminasi racun tingkah mu. Menjadikan segala mimpi dan harapku hanya tetap menjadi mimpi dan angan. Tapi aku tak akan pernah berpaling dari mu. Tak lelah aku mendamba mu. Rasa ini akan tetap ada untuk mu. Meski yang terus kau beri hanya luka. Perih ini yang akan jadi kekuatanku untuk bertahan di sisi mu. Hingga kau menyadari betapa aku mencintaimu.)

Betapa ingin ku berlari dan terlepas dari dirimu
Tapi semakin ku mencoba aku ingin kembali
(telah banyak cara ku lakukan untuk tak mengindahkan mu hingga ingin ku berpaling dari mu. Menduakan mu menjadi salah satu jalan yang ku pilih. Tapi semua itu tak juga membuat ku bisa untuk terlepas dari mu. Justru bayang mu yang selalu hadir dalam setiap tatapan ku. Selalu aku ingin kembali bersama mu. Menjalani setiap detik yang ku lewati bersama mu. Hanya bersamu. Tak akan pernah terganti.)

Hanya satu pintaku akan sosok mu,  tetap ada disisiku. Meski ku tau, kau telah jenuh pada ku. Aku rela kau mendua dengan mereka, tapi tolong kau katakan itu semua kepadaku.
Perih dan sakit ini lah kekuatan ku untuk selalu tersenyum dihadapan mu.
Waktu terlewati begitu indahnya, karena aku selalu merasa bahagia bisa ada di sisi mu. Sikap dan sifat mu, telah meruntuhkan segala ego dan ambisiku.
Kau yang terindah diantara segala hal di dunia ini.


No comments:

Post a Comment