Saturday, July 7, 2012

reborn of me

ketika segalanya telah kembali seperti sedia kala, ketika itu pula aku telah bangkit dari segala yang telah membuat ku terpuruk.
dan kenangan itu, telah aku kubur jauh di dalam lubuk hati ini. tak akan pernah lagi ku mengingatnya.
segala nya telah cukup untuk ku.

kini . . .
telah ku pilih dia sebagai pengganti kamu. meski belum sepenuhnya hati ini untuk nya, tapi setidaknya dengan kehadirannya di setiap hari-hari ku telah mengisi segala sepi dan mengobati segala perih yang telah kamu buat.

aku tau, aku salah jika berlaku demikian terhadapnya. namun pada kenyataannya, dia pun demikian terhadapku. kenangan akan segala kisahnya yang telah lalu bersama orang yang pernah dia sayangi dengan sepenuh hati, masih terukir jelas dalam benaknya.

kisah yang ironis sesungguhnya, tapi dimata orang kami merupakan pasangan yang harmonis karena sampai saat ini belum pernah ada masalah atau kendala apa pun dengan apa yang telah kami jalani.

dalam hati, ingin rasanya aku menjerit  untuk mengeluarkan segala penat yang melanda hati ini. tapi dimana bisa ku lakukan semua itu? pantai, merupakan salah satu alternatif yang bisa ku datangi. tapi dengan siapa aku kesana? dengan nya? sangat tidak mungkin, dia tidak menyukai pantai di tempat ini. itu yang aku tahu saat aku mengajaknya. tak ingin membuat menjadi sebuah masalah, ku urungkan saja niat ku itu. dan menelan kecewa serapi mungkin agar ia tak mengetahui nya.

Telah dua bulan jalilan ini terajut indah tanpa cela sedikitpun, tapi entah mengapa hati ini masih saja belum tertaut dengan hatinya. apa yang salah dengan ku? atau mungkin justru dia lah yang harus bertanggung jawab atas semua ini?
dalam setiap tutur lembutnya terhadapku, ada kata cinta dan rindu yang selalu terucap. tapi dalam hatinya? siapa yang tahu.
semua ini masih menjadi sebuah misteri untuk ku.
mungkin hanya waktu yang dapat menjawab semua itu.
sebisa mungkin aku harus bertahan dalam semua ini.
perih dan pedih, tak akan pernah ku bagi pada siapa pun termasuk padanya. tak akan berefek apa-apa meski aku mengatakan padanya. bukan aku pesimis, tapi memang demikian kenyataannya.
hanya disinilah aku bisa mencurahkan segalanya.

No comments:

Post a Comment