Wednesday, June 15, 2011

my love story-2

semuanya semakin bertambah kacau. hanya karena sebuah telpon yang berasal dari mamah ku. semua permasalahan ini dimulai.
kata orang, ini memang sangat rumit, begitu pun kata ku. tapi ini lah yang harus ku jalani. siap tak siap. kuat tak kuat. aku harus tetap menjalani semua ini.
dia tak begitu mengetahui diri ku karena kita memang baru mulai mengenal satu sama lain. ku maklumi itu. tapi tak ku sangka, dia mau berubah begitu cepat hanya untuk ku. apa kah itu bukti cinta nya pada ku?
jujur, sebenarnya aku masih meragukan apa yang dirasakannya pada ku saat ini, begitu pun ku meragukan diri ku sendiri. hati ku masih saja berpaling pada nya. meski aku telah tersakiti oleh perasaan ku sendiri yang seperti ini, aku tetap saja tidak menyerah dan tetap mempertahankan rasa ini.
maafkan aku.
seiring berjalannya waktu, akan ku buka hati ku untuk mu. tinggalah disitu. sejak sekarang. sampai nanti. bahkan selamanya.
tak ada niat ku untuk menyakitimu, selama kau tak memulai untuk menyakitiku.
itu janji ku pada mu.
tapi rasa ini. jangan kau paksakan dalam waktu yang cukup singkat ini.
**

orang tua ku masih saja seperti anak kecil. tak ada yang mau mengalah satu sama lain. saling membalaskan dendam satu sama lain. apa mereka tak memikirkan perasaan anak-anak mereka?
kemana kedewasaan mereka pergi?? apa mereka tak berusaha untuk mencegah nya?
perasaan, aku yang masih belum terlalu mengerti kehidupan juga masih bisa berpikir jernih dan merasakan rasa bersalah yang sangat besar jika sesuatu yang buruk terjadi. tapi kenapa mereka tidak?

aku lelah jalani semua ini. tapi aku tak dapat berhenti.
tetap harus ku jalani, bagaimana pun caranya.
tetap semangat.
selalu tersenyum meski perih begitu ku rasa dalam hati ini.
:)

**

sedikit banyak dia telah tau tentang permasalahan yang tengah melandaku kini. aku masih belum bisa memastikan apa ia mau menerima ku sepenuhnya atau tidak.
jika hanya dia pribadi, aku percaya. dia bisa menerima ku apa adanya. (seperti yang sering dia katakan)
tapi bagaimana dengan orang tuanya?
mungkin terlalu cepat untuk berpikir ke arah itu.
tidak ada salahnya kan?
kita sudah berkomitmen untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.
benarkan???

No comments:

Post a Comment